Potensi Wisata Desa Sambilawang Pantai Desa Sambilawang

Potensi Wisata Desa Sambilawang Pantai Desa Sambilawang

Pantai SambilawangPantai Sambilawang

Wilayah perairan yang berada di Desa Sambilawang ini lebih dikenal dengan sebutan “Segoro”. Pantai Sambilawang ini dulunya sempat familiar di kabupaten karena manfaat air dan keasrian pemandangannya yang diselimuti pohon brayo atau mangrove. Pantai sambilawang ini terletak dekat dengan pertambakan milik penduduk setempat, namun sangat jauh dari perumahan penduduk. Akses jalan menuju daerah pantai kini sudah mengalami kemajuan salah satunya jalan yang sudah berbeton dan juga paping, namun untuk jalan paping saat ini telah mengalami banyak kerusakan akibat mobil-mobil bermuatan lebih yang melewati jalanan tersebut. Pantai ini sering dikunjungi penduduk setempat dan lain desa untuk merasakan kesegaran langsung dari air laut. Selain itu, pantai sambilawang juga sering dikunjungi banyak nelayan setempat guna mencari ikan untuk dijual.

Hasil laut yang diperoleh para nelayan biasanya kerang, ikan blanak, ikan layar, ikan layur dan lain sebagainya yang layak dan dapat dikonsumsi. Selain hasil laut, ada juga hasil dari tumbuhan mangrove yaitu buah brayo yang biasanya di panen oleh penduduk setempat dan juga penduduk desa lain untuk diolah menjadi makanan yang dapat dijual. Menurut penduduk setempat buah brayo atau mangrove sangat baik untuk dikonsumsi bahkan untuk mengobati penyakit tertentu. Di dalam pohon mangrove biasanya dijadikan tempat persembunyian burung-burung bangau dan juga hewan-hewan kecil sejenis kepiting, nyamuk-nyamuk. Jadi, jangan lupa untuk mempersiapkan lotion anti nyamuk ketika berada disekitar pantai. Hal yang serupa juga terjadi pada pantai-pantai lain sekitarnya.

Di pantai sambilawang terdapat satu warung kopi yang stay di tempat dari pagi hingga sore, tim KKN-IK IAIN Kudus pada tanggal 25 september 2021 telah berhasil mensurvey daerah sekitar pantai. Tampak ombak laut yang begitu tenang mengalir secara susulan serta angin yang bertiup kencang meskipun cuaca sedang terik-teriknya. Terdapat pula tempat khusus yang dirancang untuk pembuatan garam di dekat warung kopi milik Pak Ahmad. Semua itu berhasil tim KKN amati ditemani segelas es buatan Pak Ahmad dan beberapa penduduk setempat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan