Belajar Bisnis Hidroponik Bersama Pemuda Desa Sambilawang

Belajar Bisnis Hidroponik Bersama Pemuda Desa Sambilawang

Hidroponik

Bisnis merupakan sebuah sistem ekonomi yang sengaja digerakkan oleh perorangan maupun kelompok dimana barang bernilai ekonomis dapat ditukar dengan nilai jual yang lebih menguntungkan. Salah satunya seperti bisnis tanaman hidroponik yang dirintis salah satu pemuda Desa Sambilawang yaitu Kak Afif. Bisnis yang dirintis tersebut ternyata merupakan sebuah kerjasama dengan beberapa teman seangkatannya yang didominasi dengan kepemilikannya. Bisnis miliknya tersebut telah berjalan kurang lebih 3 bulan, dan memperoleh keuntungan kisaran 400-500 ribu rupiah perbulan.

Menurutnya bisnis hidroponik yang paling tepat atau sinkron dengan sistem nft miliknya dimana pipa pralon sedikit miring dengan aliran air setipis kaca adalah sayur-sayuran seperti selada, pakcoy, seledri, sawi dan lain sebagainya. Ia pun menjelaskan jenis-jenis sistem lain yang biasa digunakan dalam bisnis hidroponik, media yang digunakan contohnya Rockwool Cultilere Optimaxx, biji selada impor dan sawi pagoda. Kak Afif juga menyatakan bahwa pergantian air untuk mengaliri tanaman hidroponik adalah setelah panen. Biasanya penyemaian hidroponik selama 10 hari kemudian dilanjut dengan penempatan bibit yang telah tumbuh ke dalam pipa-pipa (instalasi).

Hidroponik

Air yang digunakan dalam mengairi tanaman biasanya dicampuri dengan nutrisi akimix untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman dengan perbandingan yang sama rata. Karena PH air di Desa Sambilawang tergolong tinggi, maka biasanya dicampuri dengan asam nitrat (HNO3) guna menurunkan PH air.  Untuk mengukur nutrisi menggunakan Pdx meter sedangkan untuk mengukur PH air meggunakan PH meter. Standar PH yang baik kisaran 5 – 6,5. Pertumbuhan hidroponik sangat memerlukan sinar matahari, sehingga pada malam hari untuk tetap mendukung pertumbuhan diberikan lampu UV. Sebenarnya bisa saja tanpa menggunakan UV, namun perkembangan tanamannya kurang maksimal.

Hidroponik

Pemasaran dari tanaman hidroponik biasanya melalui media sosial seperti instagram @Karomatus_Hydrofarm, Facebook Karomatus Hydrofarm, WA 085866578509. Selain menggunakan media sosial pemasaran dilakukan melalui penawaran langsung sesama pedagang dan teman sebaya, dan menggunakan stiker sebagai pendukung dalam memperkenalkan produk. Semua itu dapat diketahui dengan mudah melalui wawancara langsung KKN-IK IAIN Kudus bersama pemilik bisnis diselingi belajar bersama mulai dari ukuran media rockwool, biji tanaman, masa penyemaian, pengukuran nutrisi, dan lain sebagainya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan